oleh

Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Makassar

Makassar – ligo.id – Pencarian kelompok terduga teroris yang melakukan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar terus berlanjut.

Salah seorang terduga teroris berinisial MT ditembak mati Tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Mannuruki, kecamatan Tamalate, kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penembakan dilakukan pada Kamis 15 April 2021 itu dilakukan karena terduga teroris melakukan perlawanan saat akan diamankan.

Sebelumnya, pada Selasa (13/4) Tim Densus 88 Anti Teror Polri menangkap 7 orang terduga teroris di wilayah Makassar. Ketujuh terduga tersebut, berinisial J, D, NS, S alias AL, W, S dan MY.

“MY ini ditangkap Selasa sore pukul 15.15, sehingga penangkapan hari itu yang awalnya dilaporkan 6 orang, bertambah menjadi 7 orang terduga,” kata Ramadhan, Kabag Penum Mabes Polri.

MY dan para terduga teroris kelompok Villa Mutiara Makassar ini adalah orang-orang yang ikut merencanakan aksi teror dan ikut dalam kelompok JAD.

Baca :  Rekomendasi Deprov Gorontalo Untuk Akhiri Polemik Merger Poligon dan UNG

Dua anggota kelompok Villa Mutiara yakni L dan YSF alias D merupakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Sedikitnya 31 orang terduga teroris telah ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri, setelah bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

Penangkapan 31 terduga teroris itu, jelas Ramadhan, mereka masuk dalam kelompok kajian Villa Mutiara yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

“Sehingga update sampai saat ini pascabom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Densus 88 berhasil menangkap 31 tersangka terduga teroris di wilayah Makassar dan sekitarnya,” kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan. Jakarta, Rabu (14/04/2021).

“Jadi mereka 31 orang ini satu kelompok, artinya kelompok Villa Mutiara dan kelompok JAD,” kata Ramadhan.

Menurut keterangan Ramadhan, Kelompok Villa Mutiara tersebut memiliki grup obrolan “Whatsapp” dengan nama Batalyon Iman. Grup ‘Whatsapp’ tersebut digunakan oleh anggota kelompok Villa Mutiara untuk berkomunikasi dan mempraktekkan cara-cara melakukan teror.

Baca :  Pasca Insiden Napi Keracunan, RS Rujukan Dijaga Ketat Kepolisian

Komunikasi dalam grup whatsapp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana “amaliyah” selanjutnya, dan juga membicarakan, mempraktekkan bagaimana membuat atau merakit bahan peledak. #nas/ed

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *