oleh

Amerika Dikhawatirkan Tidak Lagi Jadi Cermin Demokrasi Dunia

Washington – ligo.id – Beberapa pengamat merasa khawatir terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika akan menjadi preseden bagi negara lain dikarenakan Donal Trump tidak hadiri upacara serah terima kekuasan.

Sementara Amerika tengah melakukan pengamanan ketat dilakukan di setiap sudut ibu kota Washington DC menjelang pelantikan presiden baru Amerika Serikat.

Pagar besi dengan tinggi tiga meter, yang beberapa di antaranya terpasang kawat berduri yang mengelilingi gedung Kongres yang menjadi simbol demokrasi dunia.

Sebagian pagar besi ini juga dipasang hingga ke arah Monumen Nasional.

Jalan-jalan juga ditutup dan dijaga aparat keamanan, hingga belasan stasiun kereta api ditutup dan layanan transportasi umum dialihkan.

Baca :  Kontak Tembak di Papua, 1 Anggota KKB Tewas Tertembak

Sedikitnya 25.000 personil pasukan Garda Nasional bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar gedung Kongres, sebagian berada di dalam gedung.

Pejabat yang bertanggung jawab pada Angkatan Darat Amerika Ryan McCarthy mengatakan kepada Associated Press bahwa personil yang bertugas sudah diperingatkan dan diarahkan untuk mengantisipasi masalah apapun di dalam setiap level.

“Kami secara terus menerus mengevaluasi proses ini, dan kembali melakukan kajian kedua, ketiga, pada setiap individu yang ditugaskan dalam operasi ini.” jelas McCarthy

Semua persiapan keamanan dan kekhawatiran potensi ancaman ini muncul setelah penyerbuan Kongres oleh para pendukung Presiden Trump 6 Januari lalu, yang menewaskan lima orang, termasuk seorang polisi Capitol.

Baca :  Tragedi 21 Februari, Hari Peduli Sampah Nasional

Pengamat Amerika di Paramadina Public Policy Institute Dr. Abdul Malik Gismar menyayangkan hal ini karena menurutnya dunia melihat Amerika tidak saja sebagai sebuah negara adi daya, tetapi juga potret demokrasi.

“Ini sebetulnya sangat menyedihkan karena saat ini we are lost an idea of America. Karena buat dunia, Amerika ini bukan hanya sekedar negara, tetapi juga sebagai an idea of democracy, an idea that we can hold a free and fair election, an idea that transfer of power can be done peacefully. Kita yang sedang bertransisi menuju demokrasi”. (#c)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *