Visi, Misi, Janji-Janji Ketiga Pasang Capres-Cawapres Untuk Indonesia

Seolah ingin mematahkan pepatah lama, “Tidak ada yang namanya makan siang gratis,” kandidat peresiden Prabowo Subianto (72) dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka (36), yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, berjanji akan memberikan makan gratis kepada siswa sekolah di Indonesia jika mereka menang dalam memenangkan Pemilihan Presiden pada 14 Februari 2024.

Pasangan lainnya. mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (55) dan pendampingnya Mohammad Mahfud MD (67) yang juga adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengatakan mereka akan meninjau kembali Undang-Undang Cipta Kerja yang kontroversial yang didukung Presiden Widodo. Pasangan ini juga berjanji akan meneruskan dan memperbaiki sebagian besar kebijakan Jokowi.

Sementara itu, pasangan ketiga, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan (54) dan wakilnya Muhaimin Iskandar (56) ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), berjanji untuk mengesampingkan proyek Ibu Kota Negara Nusantara warisan Jokowi senilai Sementara itu, pasangan ketiga, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan (54) da3 miliar dan fokus pada pengentasan kemiskinan dan kesenjangan.

Untuk mengkomunikasikan visi dan misi serta janji-janji lainnya, ketiga pasang kandidat telah berkampanye sejak 28 November di seluruh negeri untuk mengambil hati hampir 205 juta pemilih, mendekati 75 persen penduduk Indonesia.

Mereka menguraikan visi misi mereka di berbagai bidang termasuk pengembangan sumber daya manusia, kemajuan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan penegakan hukum.

Dedi Kurnia Syah, direktur eksekutif Indonesia Political Opinion, sebuah lembaga survei, mengatakan bahwa dari ketiganya, Anies sedikit menonjol karena penekanannya pada kesetaraan dan keadilan.

Prabowo dan Ganjar. Ujarnya,menyampaikan rencana yang lebih luas mengenai isu-isu seperti penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, yang telah menjadi tantangan abadi di Indonesia.

“Dari segi ekonomi, ketiga kandidat punya rencana serupa,” kata Dedi kepada BenarNews.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Al-azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan bahwa visi misi ketiga calon presiden belum berbeda secara komprehensif.

“Mestinya misalkan permasalahan korupsi mesti detail membahas korupsi bagaimana caranya itu harus dijelaskan secara detail,” kata Ujang kepada BenarNews.

Berikut visi ketiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Pemilu 2024.

Anies – Muhaimin: Indonesia Adil Makmur untuk Semua

Anies dan Muhaimin mengusung visi “Indonesia Adil Makmur untuk Semua” dengan misi “Delapan Jalan Perubahan”.

Janji pemilu Anies menyatakan bahwa ia ingin menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia jika ia menjadi presiden.

Tujuannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan, memastikan bahwa setiap orang Indonesia memiliki akses terhadap layanan publik yang berkualitas, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan biaya hidup yang terjangkau.

Janji pasangan nomor urut pertama ini termasuk:

-Mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi dengan menurunkan angka kemiskinan menjadi 4%-5% pada tahun 2029, dari 9,36% pada bulan Maret 2023, dan menghapuskan kemiskinan ekstrim pada tahun 2026.

-Menciptakan lebih dari 15 juta lapangan kerja baru, termasuk pekerjaan ramah lingkungan, dari tahun 2025 hingga 2029.

-Memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia, memastikan pemerintahan yang baik, dan memberantas korupsi.

-Meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

-Melindungi hak-hak perempuan dengan mencegah kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan; menyediakan layanan krisis terpadu, layanan kesehatan dan psikologis gratis bagi korban kekerasan.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat visi misi para calon presiden dan wakil presiden ini dari semangat masing-masing calon.

“Kalau Anies Baswedan memang karena dia mengusung tagline perubahan, maka isi visi misinya tentang perubahan dari pemerintahan Jokowi,” kata Hendri kepada BenarNews.

Prabowo-Gibran: Asta Cita

Prabowo dan Gibran, yang merupakan pasangan dengan nomor urut 2, telah meluncurkan visi dan misi mereka yang diberi nama “Asta Cita” yang berarti delapan poin gagasan untuk mendorong Indonesia menuju “Indonesia Emas” pada tahun 2045.

Prabowo, mantan letnan jenderal angkatan darat dan juga pernah menjadi menantu presiden Suharto telah dua kali mencalonkan diri sebagai presiden, pada tahun 2014 dan 2019, dan keduanya kalah dari Jokowi.

Prabowo dalam pemilu kali ini berpasangan dengan Gibran, putra sulung Presiden Jokowi, yang juga adalah wali kota Solo. Gibran berhasil melaju sebagai cawapres, setelah Mahkamah Konstitusi yang saat itu diketuai oleh pamannya, mengubah persyaratan usia minimal 40 tahun bagi capres/cawapres menjadi bisa lebih rendah asalkan pernah menjabat sebagai kepala daerah atau anggota legislatif.

Untuk mencapai misi dan visinya, pasangan yang saat ini memimpin dalam sejumlah survei ini berpusat pada pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keamanan nasional.

Janji-janji jika mereka menang Pemilu termasuk:

-Pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah, serta bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil.

-Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menurunkan kasus tuberkulosis sebesar 50% dalam lima tahun, dan membangun rumah sakit lengkap di setiap kabupaten.

-Mengurangi utang negara sebesar 50% dalam lima tahun.

-Memperkuat TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan negara.

-Menaikkan gaji PNS khususnya guru, dosen, dan tenaga kesehatan.

-Tercapainya swasembada pangan, energi, dan air.

Dedi Kurnia Syah, dari Indonesia Political Opinion, mengkritik janji Prabowo yang akan memberikan makan siang gratis untuk seluruh siswa sekolah di Tanah Air.

“Makan siang gratis tidak boleh diberikan kepada semua siswa, karena tidak semuanya mengalami gizi buruk,” ujarnya.

Ia yakin akan lebih rasional jika meningkatkan anggaran pendidikan nasional dan menyediakan fasilitas sekolah di pedesaan.

Ganjar-Mahfud: Indonesia Unggul, Gerak Cepat Wujudkan Negara Maritim, Adil dan Lestari

Ganjar dan Mahfud bertekad mengubah Indonesia menjadi negara maritim terkemuka dengan meningkatkan konektivitas laut, industri kelautan, dan pariwisata pesisir, jika mereka menang.

Mereka juga fokus pada keadilan, keberlanjutan, dan pembangunan di berbagai sektor dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Janji-janji Ganjar–Mahfud antara lain:

-Menciptakan 17 juta lapangan kerja baru untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pekerjaan.

-Meningkatkan kualitas transportasi laut, dan memastikan penggunaan jalur laut yang paling efektif.

-Memperkuat industri perkapalan dan perikanan, konservasi laut dan terumbu karang, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan kontribusi perekonomian maritim terhadap produk domestik bruto.

-Mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7% untuk membantu Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah dan transisi ke perekonomian berpendapatan tinggi.

-Penyediaan layanan kesehatan gratis di setiap pusat kesehatan masyarakat yang disebut Puskesmas.

-Membebaskan biaya pendidikan secara nasional selama 12 tahun.

-Mengurangi kemiskinan hingga 2,5% dan mengakhiri kemiskinan ekstrem.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan Ganjar menawarkan tentang perbaikan, maka isi visi misinya adalah bagaimana memperbaiki pembangunan yang dilaksanakan Jokowi.

Sementara, “Prabowo tentu saja sama dengan apa yang ada di pikirannya Pak Jokowi karena dia melanjutkan ingin melanjutkan pemerintahan Jokowi,” kata dia.

“Jadi kalau mau tajam tentang perubahan ya di Anies. Tajam tentang perbaikan ya ada di Ganjar.”

Komentar