PKS: Gencar Kampanye New Normal, Apa Pemerintah Didesak Pengusaha??

LIGO.ID – Kampanye penerapan New Normal yang gencar dilakukan Pemerintah dipertanyakan Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Al Habsyi.

Bukan tak beralasan,menurutnya, penerapan new normal harus mempertimbangkan aspek keselamatan rakyat. New Normal, katanya jangan sampai nantinya justru dapat mengancam kesehatan rakyat.

Atas dasar itu, Aboe Bakar Al Habsyi mempertanyakan tujuan utama pemerintah yang saat ini gencar mengkampanyekan New Normal kepada masyarakat. Dirinya mempertanyakan, apakah karena ada desakan pihak tertentu atau tidak.

“Terus terang masyarakat banyak yang mempertanyakan, apa sebenarnya yang dicari dengan gencarnya kampanye new normal. Apakah ini lantaran desakan pengusaha pada sektor industri besar?” ujar Aboe Bakar dilansir suara.com –jaringan ligo.id-, Minggu (31/05).

“Atau kah ada sebab lainnya? Tentunya kita harus mengutamakan keselamatan rakyat, ingat Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” imbuhnya.

Kejadian New Normal di Korea Selatan dijadikan contoh, menurut Aboe Bakar, negara tersebut justru mengalami peningkatan kasus positif Covid-19 sejak diterapkannya New Normal.

Ia menganggap, jika tidak ingin kejadian serupa terjadi di Indonesia, ia menyoroti Kota Surabaya yang disebut bakal menjadi Wuhan karena peningkatan kasus yang kian bertambah.

Baca juga :  Kartini dan Saripa Rahman Hala: Perjuangan dengan Masa Berbeda

“Apalagi masih ada wilayah yang Recovery Rate-nya rendah seperti Surabaya. Akibatnya, kini RSUD dr. Soetomo Surabaya yang menjadi salah satu RS rujukan mengalami kelebihan kapasitas pasien Covid-19. Tentunya kita khawatir apa yang disampaikan Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim bahwa Surabaya bisa jadi Wuhan akan menjadi kenyataan,” ujar Aboe Bakar.

Aboe Bakar justru meminta Pemerintah Indonesia belajar dari Korea Selatan dalam menerapkan New Normal di masa pandemi. Sebab, penerapan New Normal yang baru berlangsung di negeri ginseng itu justru mengakibatkan peningkatan pasien positif Covid-19.

Baca juga :  Kartini dan Saripa Rahman Hala: Perjuangan dengan Masa Berbeda

Untuk itu, Aboe Bakar meminta pemerintah mempertimbangkan dengan matang sehingga tidak timbul kesan terburu-buru dalam penerapan New Normal.

“Jangan terburu-buru menggelar New Normal, belajar dari korsel, baru dua pekan mereka bikin new normal, sekarang sudah naik lagi angka covidnya. Akibatnya sekarang Kosel akan melakukan pembatasan kembali,” ujarnya. (red)

 

Baca juga di: Pemerintah Gencar Kampanye New Normal, PKS: Apa karena Desakan Pengusaha?

Komentar