oleh

RAPI Bone Bolango Informasikan Pantauan Debit Air di Dua Bendungan

LIGO.ID – Cuaca ekstrem yang melanda kabupaten Bone Bolango dan sekitarnya, menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya banjir bandang susulan. BMKG Gorontalo dalam rilisnya menyebut, curah hujan kategori sedang diprediksi masih akan terus mengguyur wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu yang lalu pun cemas akan terjadi banjir susulan, karena tidak tersedianya saluran informasi yang menjadi early warning akan adanya luapan air Sungai Bone yang melewati wilayah Bone Bolango dan kota Gorontalo.

Salah satu organisasi yang turut membantu pemerintah Bone Bolango dalam hal menangani kendala saluran komunikasi dan evakuasi dilapangan saat adanya bencana banjir adalah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Bone Bolango.

Sabtu siang (27/6) hingga sore, RAPI Bone Bolango melaporkan kondisi ketinggian air masih dibawah normal, hanya saja air keruh yang banyak membawa kayu pohon tumbang dan melintas di area bendungan Alale yang cukup mengkhawatirkan.

Selama curah hujan tinggi, RAPI Bone Bolango terus memantau kondisi Bendung Alale di kecamatan Suwawa Tengah dan Bendung Lomaya di kecamatan Tapa.

Penasehat RAPI Bone Bolango, Fajar Wartabone mengatakan, hadirnya RAPI banyak membantu, terutama saat banjir yang lalu. Bukan hanya membantu dalam komunikasi, tapi juga saat evakuasi warga yang ada di desa-desa yang terendam banjir.

“RAPI Bone Bolango ini sangat membantu pemerintah dalam hal menginformasikan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati, apalagi kini hujan melanda Gorontalo khususnya di Bone Bolango sudah 3 hari,” ungkap Fajar Wartabone. Sabtu (27/6).

“Saat banjir kemarin, mereka langsung mengambil bagian dalam mengevakuasi warga, atau desa yang terkena banjir yang tingginya mencapai dada orang dewasa.” lanjut Fajar Wartabone yang juga Anggora DPRD Bone Bolango itu.

Humas RAPI Bonebol, Rahmat Unggo mengakui, ranah penanganan bencana alam bukan otoritas RAPI, namun terkait informasi kondisi tinggi air bendungan, kata Rahmat, itu terus disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Tentunya kita tetap waspada, baik pihak dari kami maupun masyarakat, dan kami juga tdk bisa berargumen bahwa akan berpotensi banjir susulan. Hanya saja kami memberitahukan kepada masyarakat bahwa air ini naik atau tidak,” jelas Rahmat.

Meski setiap saat ada petugas yang standby di beberapa titik bendungan yang ada di kabupaten Bone Bolango, tapi fasilitas untuk menyebarkan informasi valid terkait adanya luapan air sungai dan penanganan banjir masih jadi kendala.

Apalagi akan ada kondisi darurat dalam melakukan evakuasi saat dilapangan, sangat membutuhkan sarana komunikasi yang saling berhubungan dengan lokasi pantauan dengan area yang rawan terkena banjir.

Ridwan, salah satu warga desa Lombongo, kabupaten Bone Bolango merasa sangat terbantu dengan hadirnya RAPI Bonebol dalam memberikan informasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bone Bolango.

“Alhamdulillah RAPI ini sangat membantu, dan baik kepada masyarakat. Dan mereka juga tak pandang bulu dalam membantu warga kemarin,” ungkap Ridwan yang sedikit menceritakan andil RAPI saat evakuasi korban banjir. (rz.tr/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *