oleh

Wali Kota Gorontalo Buka Peluang Investasi Asing Lewat Forum BritCham

Kota Gorontalo – ligo.id – Wakil Ketua Apeksi, Marten Taha menyebut prioritas Pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional melalui dukungan modal kepada perusahaan-perusahaan untuk menciptakan program kerja yang solid termasuk infrastruktur, dukungan di bidang informasi dan teknologi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dalam dalam pembukaan Fokus Grup Webinar Dewan Pengurus BritCham Kota Cerdas Berkelanjutan yang bertema “Kota Menghadapi Pandemi, Adaptasi atau Gagal”. Senin (13/9/2021).

“Dalam mencapai proses pembangunan yang berkelanjutan, sangat penting membangun strategi kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain, termasuk sektor swasta baik nasional maupun internasional.” ucap Marten

Wali Kota Gorontalo dua periode itu berharap dengan adanya forum diskusi tersebut, akan ada langkah penjajakan peluang investasi dari luar negeri untuk kota di Indonesia. Apalagi dengan dukungan BritCham Indonesia yang sudah puluhan tahun memfasilitasi perusahaan Inggris berinvestasi di Indonesia

“Kami berharap melalui forum ini dapat membangun dan menjembatani komunikasi yang lebih baik untuk memulai perbaikkan kemajuan bersama dimasa yang akan datang, serta berharap Kementerian Investasi/BKPM juga menunjukkan bahwa kepercayaan internasional untuk berinvestasi di Indonesia masih terjaga selama Pandemi Covid-19.” kata Marten

“Salah satu pelaku  usaha yang paling aktif dalam membangun hubungan di Indonesia adalah Britania Raya (United Kingdom) dan perusahaan Inggris yang tergabung BritCham yang mewakili komunitas bisnis internasional, khususnya di Indonesia selama 40 tahun.” sambung Marten.

Marten mengakui pentingnya kerjasama dengan sektor swasta untuk mendukung pencapaian tersebut membutuhkan dukungan investasi dari luar negeri, namun pemerintah daerah sering terkendala dengan pengalaman dan penguatan kapasitas SDM.

Baca :  Marten Taha Apresiasi Distribusi Bansos NKRI Peduli di Dumbo Raya

“Kami menyadari tidak semua pemerintah daerah secara aktif membangun kerjasama dengan investor asing, kami masih memerlukan banyak penguatan kapasitas, pengalaman dan jaringan dalam membangun kerjasama ini.” kata Marten.

Selain kendala itu, Marten memaparkan tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia yang saat ini menanggung beban berat, yang tidak hanya karena pertumbuhan populasi yang tinggi, juga tantangan lain seperti wilayah geografis yang rentan bencana, dampak perubahan iklim dan dampak sosial politik, ditambah dengan situasi pandemi Covid 19.

“Sehingga kami dituntut untuk mengendalikan upaya penanganan, menurunkan kasus dan memulihkan kondisi tersebut dan Indonesia sendiri telah mengimpementasikan strategi 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan Vaksinasi.” jelas Marten.

Diketahui, BritCham memiliki misi untuk memfalitasi perdagangan dan pertumbuhan investasi antara indonesia dan Britania Raya/United Kingdom(UK) serta BritCham menyelenggarakan banyak forum diskusi dan usaha  yang melibatkan pimpinan politik, kepala daerah, pengusaha, Analis dan akademi.

Baca :  Gagas Pendirian Depo Arsip, Marten Taha Sambangi ANRI

Berdasarkan data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), di periode 2015 sampai Semester I 2020, Britania Raya berada di ranking 10 investor terbesar di Indonesia dengan total investasi proyek 2.08 Miliar USD 3.068.

Ini menunjukan posisi strategis investasi Inggris dalam proses peningkatan investasi sebagai upaya menaikkan perekonomian di Indonesia. #vv/efd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *