Tak Diterima Keluarga, Ibu Ini Tinggal Di Bekas Kandang Kambing

KABUPATEN GORONTALO (LIGO) – Tidak diterima anak kandung untuk tinggal dirumahnya, Ibu Mariam Habu (57) warga Isimu Raya terpaksa tinggal dikandang kambing. Sebelum tinggal dikandang kambing Mariam Habu menuturkan, awalnya dirinya tinggal bersama anaknya yang sudah berumah tangga. Namun gara-gara air keran yang lupa dimatikan Mariam Habu dan anaknya yang belum menikah tak dibolehkan lagi tinggal menumpang dirumah anaknya itu.

“saya pe anak so tidak mau ba trima pa saya, alasanya gara-gara air yang saya pe anak satu lupa bakase mati. Abis itu dorang so tidak mau bacirita dengan saya. Daripada saya manumpang lebe bae saya tinggal dikandang kambing,” tutur Mariam Habu

Baca juga :  Diskominfotik Gorontalo Dukung Diseminasi Informasi BPJS Kesehatan 

Ibu Mariam juga menuturkan selama ini dirinya untuk menyambung hidup dirinya rela menjadi buruh kupas jagung bila ada tetangga yang akan memanen jagung. Dari upah yang diberikan dirinya makan, minum dan membeli keperluan seadanya saja.

“Kalau ada yang ba panggel ba kupas milu, saya mo pigi ba makan gaji. Dari gaji itu saya ba bili akan makanan,” tutur Mariam Habu.

Kapolres Gorontalo Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Ibu Mariam Habu di Desa Isimu Raya

Dirinya kini tinggal di kandang kambing miliknya yang diubah menjadi tempat tinggal. Kambing satu-satunya miliknya terpaksa harus dijualnya untuk mengubah kandang kambing menjadi tempat tinggal yang bagi orang lain mungkin tidak layak untuk ditinggali.

Baca juga :  Digelar Selama Tiga Hari, O2SN Tingkat Kota Gorontalo Lombakan Enam Cabor

Didalam kandang kambing yang ditinggalinya tak ada barang yang mewah. Yang ada hanyalah sebuah ranjang kayu tua dan beberapa alat masak dan piring-piring serta gelas yang ia tata serapi mungkin di kediamannya, bekas kandang kambing tersebut.

Dari hasil penjualan kambing, ia belikan tripleks yang digunakannya untuk dinding. Dirinya juga akui ketika hujan, dirinya yang sementara tidur terpaksa harus bangun karena basah terkena air hujan.

Ibu (57) tahun ini tinggal sendiri dirumah bekas kandang kambing. Sementara anak terakhir kini harus menumpang tinggal dirumah tetangga.

Nasib ibu Mariam Habu, yang terdengar sampai ke telinga Kapolsek Tibawa Iptu Harisno Pakaya dan kepala Desa Isimu Raya, Sukrin Jafar Mohune yang bersama-sama Pengurus Panti Jompo Isimu, H. Hasan akan membangunkan rumah layak huni bagi ibu Mariam Habu.

Baca juga :  Djoewiati Rudy Salahuddin Lantik Pj. Ketua PKK Kota Gorontalo  

Selasa (30/01), dikediamannya di Desa Isimu Raya, Mariam Habu didatangi langsung oleh Kapolres Gorontalo yang secara simbolik meletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah yang akan segera dibangunkan untuknya.

Mariam kini hanya bisa bersyukur atas kebaikan Polres, Pemerintah Desa dan Pengurus Panti Jompo Limboto yang mau membangunkan rumah layak untuknya dikala anaknya sendiri yang telah dilahirkan dan dibesarkannya tak mau lagi menampung dirinya.

Laporan: Najid Lasale

Editor: Arlan

Komentar