oleh

Syarif – Hana Pasangan Ideal di Pilgub Gorontalo

Gorontalo – ligo.id – Jika Syarif Mbuinga nanti akhirnya tak direkomendasi DPP Golkar bertarung di Pilgub Gorontalo, bukan tak menutup kemungkinan jika Syarif terpaksa menerima pinangan partai lain.

Jika ini terjadi, kemungkinan Syarif Mbuinga akan berpasangan dengan Hana Hasanah istri dari Ketua DPD-RI Fadel Mohamad.

Meskipun mayoritas DPD II Golkar menyatakan dukungan kepada Bupati Pohuwato 2 periode ini, namun itu tak menjamin Syarif menjadi jagoan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pasalnya, sejumlah politisi partai Golkar beken menghiasi sejumlah media massa untuk mencalonkan diri menjadi cagub.

Sebut saja, ada Menteri Pemuda & Olahraga Zainudin Amali, Dubes Indonesia untuk Bosnia & Herzegovina Roem Kono, Anggota DPR-RI Idah Syahidah serta Walikota Gorontalo 2 Periode Marten Taha.

Tidak usah disebut lagi prestasi dari 4 politisi Golkar tersebut.

Jika koalisi ini tercipta, peluang Syarif Mbuinga dan Hana Hasanah bak gayung tersambut.

Syarif merupakan representasi politisi milenial, sementara Hana Hasana menjadi keterwakilan Gender dengan data pemilih cukup besar.

Baca :  Kukuhkan DWP Kota, Begini Pesan Marten

Lalu pertanyaan terbesarnya, partai apa yang mendukung pasangan ini ?

Meskipun belum valid, PPP, Gerindra dan PDI-P berpeluang besar mengusung pasangan ini. Bayangkan saja, politisi kawakan seperti Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, Ketua MPR-RI Fadel Mohamad, El-Nino Husein Mohi akan menjadi jurkam Nasional yang bakal turun gunung.

Bahkan kemungkinan PDI-Perjuangan dengan senang hati akan “mendatangkan” Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai orator di setiap kampannye.

Dijajaran regional Gorontalo saja, pasangan ini memiliki kans yang cukup besar.

Ada Nelson Pomalingo di Kabupaten Gorontalo, Darwis Moridu di Kabupaten Boalemo dan di Pohuwato ada Saipul Mbuinga yang merupakan kakak kandungnya.

Ketiganya, selain menjadi Bupati juga merupakan ketua partai di daerah.

Dengan kekuatan politik seperti itu, pasangan Syarif-Hana diprediksi unggul diatas kertas.

Bahkan akan elektabilitas jauh diatas Rahmat Gobel dari NASDEM atau pesohor-pesohor politis partai Golkar yang nantinya akan direkomendasi DPP Golkar.

Baca :  Untuk Yang Kedua Kalinya, Hamim Pou Ikuti Prosesi Adat Moloopu

Jika berkaca di pengalaman pilkada-pilkada sebelumnya, Golkar akan bermain “aman” di pilgub Gorontalo nantinya.

DPP Golkar akan kembali menunggu, membaca, menganalisis dan “merubah” rekomendasi di “injury time”.

Strategi aman yang diterapkan Partai Golkar di beberapa pilkada terakhir di sejumlah daerah.

Golkar nantinya akan kembali “berargumentasi” bahwasanya proses berbelit di DPP sehingga Golkar terlambat memberikan rekomendasi.

Selain hasil survey sebagai data pembanding, konstalasi politik nasional juga nantinya bakal mempengaruhi rekomendasi DPP Golkar khusus Pilgub Gorontalo.

Pada akhirnya, Syarif Mbuinga bakal menjadi lawan terbesar jika DPP Golkar tak merekomendasinya di Pilgub Gorontalo.

Jadi di Pilguib kali ini, jangan paksa Syarif melawan partai Golkar.

Jika harus, Syarif harusnya lebih berani berhadapan partai yang membesarkan namanya, bertarung melawan teman politiknya dan ikhlas tak bakal memakai “yellow jacket” lagi.

Meskipun bagi Syarif, ini merupakan keputusan tersulit baginya. (#yaz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *