Sempat Tak Bisa Keluar Rumah, Warga Kelurahan Tenda Selamat dari Longsor

Longsor yang terjadi di Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo hampir mamakan korban. Pasalnya, longsor yang menimpah rumah salah satu warga itu nyaris mengambil nyawa pemilik rumah Susanto Husain bersama istri. 

Informasi yang dihimpun wartawan Gopena.id pada, Minggu (07/07/2024) bahwa sepasang suami istri itu sempat terjebak di dalam rumah dan menemui jalan buntu hingga merusak bagian dinding rumah dan berhasil menyelamatkan diri. 

Pemilik rumah Susanto Husain mengatakan bahwa, pada Sabtu (06/07/2024) pukul 00.00 Wita teras rumah yang tepat berada di atas rumah miliknya roboh dan langsung menimpah rumahnya. 

Baca juga :  Pani Gold Project Tingkatkan Mental Dan Fisik Karyawan Lokal

“Saat roboh, saya dan istri saya berada dalam rumah dan terjebak tidak menemui jalan untuk keluar, sehingga triplek yang berada di belakang rumah, saya tendang hingga ada cela untuk bisa keluar. Alhamdulillah setelah itu saya dan istri saya bisa keluar saat kejadian itu berlangsung,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa, sebelumnya sudah memberitahukan kepada pemilik rumah yang terasnya menghantam rumah mereka. “Kami sudah memberitahukan namun tidak diambil pusing oleh mereka dan kamipun mengalami kerugian sekitar 15juta dan saat ini mengungsi di rumah milik keluarga kami,”tambahnya. 

Baca juga :  Gelar Rakor Pasca Banjir, Ini yang Dibahas Pj Wali Kota dengan OPD Terkait

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada pihak BPBD Kota Gorontalo yakni Amir Airmas yang saat itu meninjau lokasi kejadian mengatakan bahwa, pihaknya belum bisa melakukan pekerjaan karena terdapat material-material yang diduga akan terjatuh dari bagian atas teras rumah.  

“Insyaallah kami akan melihat kondisi dan akan kembali lagi ke sini,”pungkas salah satu anggota BPBD Kota Gorontalo itu.

Hingga berita ini dirilis, pihak BPBD Kota Gorontalo menyampaikan bahwa belum adanya data pasti terkait dengan rumah warga yang tertimpah longsor di Gorontalo. 

Writer: Riskawati PapeoEditor: Vivi Thalib

Komentar