Sekretaris NU Kota : IPNU dan IPPNU Harus Menjadi Penerus Perjuangan Nahdlatul Ulama

LINTAS KOMUNITAS (LIGO) – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Gorontalo saat ini memiliki tantangan yang besar. Perkumpulan kalangan terpelajar saat ini semakin berat seiring dengan kian banyaknya problematika yang terjadi di lingkungan remaja dan pelajar.

Hal ini disampaikan Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kota Gtlo, Muchlis S. Huntua, S.Ag, M.Si saat memberikan sambutannya pada Konfercab Ke-IV IPNU dan IPPNU Kota Gorontalo di Aula NU Kota Gorontalo Selasa, (03/04/2018).

Muchlis mengungkapkan tidak ada pilihan lain bagi IPNU dan IPPNU, kecuali terus belajar dan mengurai permasalahan yang sering terjadi lada generasi muda. Demi eksistensi di masyarakat serta sumbangsihnya bagi agama, bangsa dan negera.

Baca juga :  Tabung Gas Jadi Sasaran Empuk Pencuri di Desa Tabumela
“Kalau berbicara keahlian, kemungkinan besar sejumlah lembaga pendidikan bisa menyediakan, namun pelajar yang memiliki komitmen kepada keislaman dan kebangsaan, stoknya tentu tidak akan banyak. Padahal generasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan bangsa di masa mendatang. Maka keberadaan IPNU dan IPPNU harus menjadi garansi bagi ketersediaan penerus perjuangan NU di kemudian hari,”Ungkap Muchlis.

Keberadaan IPNU maupun IPPNU juga disampaikan Muchlis Huntua harus terus didampingi agar tetap menjadi tempat berhimpun dan bergerak para generasi muda.

Sekretaris NU Kota Gorontalo Muchlis Huntua bersama IPNU Kota Gorontalo

Muchlis menambahkan, peluang dan kepercayaan juga harus dijawab oleh IPNU-IPPNU dengan prestasi. Jangan berharap akan ada kepercayaan, ketika internal IPNU-IPPNU sendiri gagal melakukan pembinaan secara intensif.

Baca juga :  Gubernur Memiliki Peran Penting Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah
“Kepercayaan yang diberikan lembaga pendidikan dan pesantren bagi terbentuknya IPNU dan IPPNU hendaknya dijawab dengan keseriusan dalam menata diri dalam organisasi ini,” Tutup Muchlis.
Laporan : Najid Lasale Editor : Arlan

Komentar