oleh

RS Pratama Lemito “Tonggak” Harapan Kabupaten Gorontalo Barat

Pohuwato – ligo.id – Dulu, dulu sekali jika kita bicara Pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Gorontalo Barat, banyak sekali yang pesimis. Ya, banyak sekali yang menganggap kalau bicara Gobar adalah “jualan politik” semata para politisi.

Namun bagi Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Kabupaten Gobar spiritnya melebihi dari apapun. Perjuangan masyarakat, tokoh-tokoh untuk percepatan Kabupaten Gorontalo Barat terus didukung oleh pemerintah Kabupaten Pohuwato yang merupakan daerah induk pemekaran.

“Meskipun DOB masih sedang moratorium, namun tak menghalangi semangat kita semua untuk menyongsong Kabupaten Gorontalo Barat,” ungkap Syarif Mbuinga saat meresmikan Rumah Sakit Pratama Lemito, Selasa (16/2/2021).

Intervensi Pemerintah untuk DOB Gobar ini, Syarif menambahkan sudah maksimal dari Kabupaten Pohuwato sebagai wilayah induk pemekaran. Sejumlah infrastruktur telah disiapkan di 5 kecamatan yang berada di ujung barat Provinsi Gorontalo ini.

Baca :  Sejumlah Program Pemerintah Dibiayai CSR Bank Sulutgo

“Salah satunya adalah pembangunan RS Pratama di Kecamatan Lemito,” ungkapnya.

Untuk masalah DOB kita semua harus bersabar, karena moratorium pembentukan DOB belum dicabut dan kemungkinan masih akan diperpanjang hingga tahun 2021 ini. Ya, informasi terbaru adalah pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pembentukan DOB di 2021, baik itu pemekaran maupun penggabungan wilayah.

Pemerintah Indonesia menilai pembentukan DOB justru menambah beban finansial negara. Hal ini dikarenakan seluruh DOB yang dibentuk berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR-RI, ternyata masih menggantung pada transfer dana APBN.

Bayangkan saja, dalam kurun 1 dekade (1999-2009), ada 205 daerah yang terbentuk berimbas pada penambahan belanja negara lewat DAU mencapai angka 47,9 triliun pada yahun 2010. Sementara dalam kurun waktu tahun 2007-2014, sebanyak 75 DOB telah terbentuk yang terdiri atas 1 Provinsi, 67 Kabupaten dan 7 Kotamadya dengan realisasi anggaran total sebanyak 812 triliun rupiah.

Baca :  Pemkot Gorontalo Imbau Warga Kota Waspada Dampak Badai Siklon Tropis

Waw..angka ini cukup fantastis, sehingga membuat Pemerintah mengatakan masih akan melanjutkan moratorium DOB, apalagi belum ada kepastian pandemi Covid-19 akan berakhir. (#yaz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *