oleh

Riset: Pilkada 2020, Masyarakat Masih Ditawari Uang untuk Tentukan Pilihan

Jakarta – ligo.id – Meskipun pilkada yang berlangsung pada 9 Desember 2020 kemarin telah usai, namun masih ditemukan politik uang untuk mempengaruhi pilihan.

Djayadi Hanan Direktur Eksekutif LSI mengatakan politik uang masih ditemukan hal ini berdasarkan survei yang dilakukan LSI terhadap 2.000 responden

“Ada 17 persen masyarakat yang mengaku ditawari uang atau barang-barang lainnya untuk memengaruhi pilihan mereka agar memilih calon tertentu. Itu cenderung lebih besar di kalangan laki-laki. Kemudian cenderung lebih besar di kalangan yang berusia dewasa ke atas atau usia produktif,” kata Djayadi dalam rilis survey LSI secara daring, Minggu (10/1).

Djayadi memaparkan, tawaran yang berkaitan dengan politik uang paling banyak menyasar masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah.

Baca :  Bupati Minsel Pantau Ketersediaan Pangan Jelang Idul Fitri

Lalu, politik uang juga menyasar kelompok masyarakat dengan pendapatan kelas menengah ke bawah, terutama yang menetap di pedesaan.

“Karena pedesaan yang mengaku mendapat tawaran uang atau barang jumlahnya dua kali lipat secara proporsional dibanding dengan daerah perkotaan. Bentuk barang yang ditawarkan umumnya uang dan sembako,” (#c)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *