Perayaan Imlek, Idah Syahidah : Keberagaman Di Gorontalo Itu Indah

LINTAS PROVINSI (LIGO) – Istri orang nomor satu di Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, nampaknya tak pernah puas dan tak pernah lelah untuk menyapa masyarakat Gorontalo.

Ahad (18/02) bagi sebagian orang memanfaatkan untuk liburan, Idah Syahidah justru hadiri Peresmian Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Desa Bulila Kecamatan Telaga.

Serta dirinya juga lakukan peninjauan Sungai Bulango yang dimanfaatkan masyarakat Telaga.

“Sepanjang menyusuri sungai saya menyaksikan masyarakat penambang pasir. Saya sarankan agar penambang pasir ini diberikan pemahaman dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Idah Syahidah usai menyusuri Sungai Bulango.

Tak hanya sampai disitu, pukul 20.00 WITA Idah Syahidah hadiri undangan kerukunan masyarakat Tionghoa Gorontalo yang dilaksanakan di kediaman owner Santika, Ko’ Edi Santoso. Dalam perayaan Tahun Baru Cina 2569 itu, Idah Syahidah tegaskan bahwa keberagaman di Gorontalo itu indah.

Baca juga :  Tak Usah Cemas, Kota Gorontalo Aman dari Anthraks
“Kegiatan Imlek bersama masyarakat Tionghoa ini menandakan keberagaman di Gorontalo itu, indah dan aman. Ini sebuah tradisi yang tidak boleh untuk kita tinggalkan,” terang Idah Syahidah.
Idah Syahidah Bersama Tokoh Politik Hadiri Perayaan Tahun Baru Cina

Dirinya juga akui kekagumannya pada masyarakat Tionghoa yang terus menjaga kerukunan beragama di Gorontalo.

Idah Syahidah juga menuturkan, peran orang Tionghoa di Gorontalo sangat mendukung perkembangan ekonomi Gorontalo, dengan merekrut orang-orang Gorontalo untuk bekerja di usaha yang mereka kembangkan.

“Rasa kepedulian orang Tionghoa begitu tinggi. Orang Gorontalo bagi mereka adalah keluarga,” ucapnya lagi.

Dalam perayaan Imlek tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh politik Kota Gorontalo, diantaranya dr. Charles Budi Doku, dan pasangan Calon Walikota Rum Pagau dan Wakil Walikota Rusliyanto Monoarfa juga ikut dalam perayaan tahun baru cina yang dengan warnah merah ciri khas Imlek.

Baca juga :  Felni Ruiba, Operator Excavator Perempuan Pertama di Pani Gold Project

Laporan: Najid Lasale

Editor: Arlan

Komentar