oleh

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Untuk SD dan SMP di Kabgor Dibuka Pekan Depan

Limboto – ligo.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo akhirnya memutuskan untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Rencana tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo. Sebelumnya, rencana pembukaan PTM sempat tertunda beberapa kali.

“2 Agustus kita akan membuka PTM terbatas, sesuai dengan Maklumat Bupati yang telah ditandatangani oleh Pak Bupati,” beber Zubair. Limboto, Senin (26/7/2021)

Rencana tersebut bersamaan dengan diterbitkannya Maklumat Bupati Gorontalo Nomor 420/Dikbud-Kab Gtlo/1251 tentang Pemberlakuan Kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahun Pelajaran 2021–2022 yang telah ditandatangani oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo tertanggal 26 Juli 2021.

Baca :  Curah Hujan Tinggi, Ryan Kono Minta OPD Terkait Antisipasi Dampak Bencana

Ia berharap rencana pelaksanaan PTM terbatas itu nantinya bisa berjalan lancar dengan tidak ada lonjakan kasus Covid-19.

“Agar pelaksanaan Maklumat Bupati tersebut dapat berjalan sesuai rencana,” kata Zubair.

“PTM terbatas ini memang telah kita rencanakan pada tanggal 12 Juli, kemudian tanggal 19 Juli, tapi itu tertunda. Alasannya karena di Gorontalo peningkatan kasus covid-19 terjadi sangat drastis, termasuk juga karena penerapan PPKM,” jelas Zubair.

Andai PPKM kembali diperpanjang, kata Zubair, pihaknya akan berusaha agar pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan pada awal Agustus mendatang, kecuali pada wailayah yang masuk zona merah.

Baca :  Pemda Kabgor Kembangkan Sektor Peternakan Sapi

“Tapi kita tidak akan membuka sekolah yang ada di zona merah, sesuai laporan dari Dinas Kesehatan. Kan setiap minggu itu ada pemetaan zona dari Dikes, kita akan berpatokan di situ. Kita juga akan memperketat penerapan prokes di sekolah,” ungkap Zubair.

Pembukaan PTM terbatas juga membutuhkan dukungan vaksinasi terhadap tenaga Pengajar di Kabupaten Gorontalo.

“Sudah sekitar 50 persen Guru telah dilakukan Vaksinasi. Dari total 6.761 guru, yang sudah tervaksin sudah 3.441 guru,” imbuhnya. #zil/red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *