oleh

Nelson Puji Produktivitas Pertanian Warga Desa Tamaila Utara

LIGO.ID – Masyarakat desa di Kabupaten Gorontalo yang tersebar di wilayah DAS Paguyaman didukung Pemda Kabgor dalam program melawan deforesiasi, terutama di kawasan Hutan Nantu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo saat menghadiri Workshop Partisipatory Pelibatan Parapihak di lokasi Wisata Pantadio Resort.

“Saya apresiasi inisiatif masyarakat di Kabupaten Gorontalo untuk menjaga keberlangsungan hutan. Kami yakni masyarakat desa yang tersebar di wilayah DAS Paguyaman, di mana salah satunya Desa Tamaila Utara.” ucap Nelson. Senin (7/9).

“Dengan adanya kesadaran masyarakat, maka akan menjadi poin penambah dalam upaya-upaya pemerintah melawan deforesiasi, terutama di kawasan Hutan Nantu yang berada di kabupaten Gorontalo.” lanjut Nelson di Workshop yang digagas Japesda Gorontalo itu.

Menurutnya, inisiatif masyarakat Desa Tamaila Utara dalam menjaga pelestarian alam sangat penting, karena masyarakat desa yang melakukan aktivitas pertanian harus memperhatikan keberlangsungan lingkungan.

Baca :  RSUD M.M. Dunda Limboto Segera Miliki Direktur Definitif

“Saya bangga melihat gerakan masyarakat, terutama yang berada di Desa Tamaila Utara, mereka bertani namun tetap menjaga alam, ekologi itu penting,” ungkap Nelson saat mengisi dalam kegiatan yang bertema Peningkatan Ketahanan Sosial Budaya Ekologis Masyarakat Dalam Menghadapi Desakan Globalisasi di Gorontalo.

Sementara itu, Direktur Japesda, Nurain Lakolo menuturkan, pihaknya sudah mendampingi warga desa untuk meningkatkan produktivitas. Sebab menurutnya, hal tersebut merupakan sebagai bagian dari mempertahankan sosial budaya dan ekologi masyarakat pedalaman dalam menghadapi perkembangan globalisasi.

“Mereka yang kita temui semakin produktif, tapi belum ada izin dari pemerintah, seperti tentang izin produksi produk kesehatan Virgin Oil Coconut, serta beberapa makanan ringan olahan dari hasil bumi mereka” beber Nurain.

“Kami berharap, pemerintah dan semua pihak untuk dapat berkolaborasi secara penuh, untuk mendorong semangat warga dalam menjaga lingkungan” sambungnya.

Apalagi lanjut Nurain, Desa Tamaila Utara masih dihantui dengan HTI terkait lahan-lahan yang ada. (rz/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *