oleh

Merger POLIGON Ke UNG Dibatalkan

Gorontalo – ligo.id – Politeknik Gorontalo (POLIGON) saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di daerah khususnya di tataran Pemerintah Daerah, Dosen, Mahasiswa hingga Masyarakat.

Dengan adanya informasi yang beredar terkait proses merger ke UNG sehingga menyimpan banyak tanya pada semua pihak tentang kejelasan dari status tersebut yang berdampak pada keadaan di dalam kampus menjadi tidak kondusif.

Hal inilah yang membuat Ketua Yayasan DR. H. Weni Liputo bersama Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM selaku Pembina Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia Gorontalo (PSDMG) yang menaungi POLIGON, dan Kepala LLDIKTI XVI yang diwakili oleh tenaga ahli kelembagaan LLDIKTI Dr. Ir. Azis Rachman, MM melakukan kunjungan langsung ke kampus POLIGON untuk mempertegas status merger sekaligus menetralisir keadaan kampus agar menjadi kondusif.

Baca :  Komisi III Deprov Gorontalo Soroti Pekerjaan Jembatan Bongomeme

Dalam kunjungan tersebut Pembina Yayasan PSDMG Dr. Drs. H. Idris Rahim, M.M. mengatakan 3 point penting dalam masalah merger.

  • Merger POLIGON dan UNG tidak bisa dilakukan dalam artian BATAL merujuk pada PERMENDIKBUD NO 7 tahun 2020 bahwa yang bisa gabung hanyalah PTS ke PTS atau PTN ke PTN.
  • Dosen POLIGON yang sudah menyatakan diri mau gabung ke sekolah vokasi akan di pecat dari POLIGON.
  • Semua pengurusan administrasi kampus yang ada pada WADIR 1, WADIR 2 dan WADIR 3 dilimpahkan kepada PLT Direktur POLIGON yang sudah sah ditunjuk oleh Yayasan.
Baca :  Eldo Wongkar Resmi Nahkodai PB Esport Minahasa Selatan

Wagub Idris juga menegaskan dalam kunjungan tersebut, pihaknya akan tetap mengelola dan mempertahankan kualitas Poligon untuk tetap mandiri.

Kemudian kunjungan dilanjutkan dengan pemerikasaan keuangan di POLIGON sebelum menutup dengan nasihat kepada seluruh pegawai, dosen dan mahasiswa agar kondisi akademik di kampus harus kembali kondusif. (#c)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *