oleh

Marten Taha: Hasan Abas Nusi adalah Panutan Masyarakat Gorontalo

LIGO.ID – Hasan Abas Nusi dianugerahi gelar adat Ta Lolo’Opa Todidihu Lipu, yang berarti Putra Indonesia Terbaik yang telah mengabdikan diri pada daerah secara berjenjang sampai tingkat nasional.

Gelar Adat tersebut diberikan kepada mantan Walikota Gorontalo periode 1978-1983 melalui rapat adat Lo Ulipu Limo Lo Pohalaa bersamaan dengan pelaksanaan doa 40 hari almarhum Prof. Hasan Abas Nusi.

Hasan Abas Nusi semasa hidupnya telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat Gorontalo dan menjadi tokoh yang dijadikan panutan para pemimpin di Gorontalo. Maka gelar adat yang diberikan tersebut, kata Marten Taha sudah tepat dianugerahkan kepada Hasan Abas Nusi atas dedikasinya bagi kemajuan daerah Gorontalo hingga ke level nasional.

“Almarhum adalah sosok tokoh panutan masyarakat yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat, baik untuk masyarakat Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo dan dimasa saat daerah ini belum dimekarkan.” ucap Walikota Gorontalo, Marten Taha dalam sambutannya. Rabu (16/9).

“Maka dari itu sangat tepat jika Almarhum Prof. Hasan Abas Nusi diberikan gelar adat Ta Lolo’Opa Todidihu Lipu. Dengan artian, Putra Indonesia Terbaik Yang Telah Mengabdikan Diri Pada Daerah Secara Berjenjang Sampai Tingkat Nasional,” sambung Marten.

Marten Taha mengisahkan sosok almarhum yang akrab disapa kak’ Acan itu, selalu menginspirasi banyak orang di semua organisasi, mulai dari organisasi pemerintahan sampai dengan organisasi kemasyarakatan.

Kedekatan kak’ Acan dengan masyarakat sangat erat, karena banyak ilmu yang diberikan almarhum kepada masyarakat. Sehingga almarhum pun dikenal banyak orang baik di daerah sampai dengan tingkat nasional.

“Seperti saya, yang bisa dikatakan adalah orang kepercayaan almarhum, karena setiap organisasi yang dipimpin almarhum, pasti sekretarisnya adalah saya. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari mendiang, termasuk dalam hidup bermasyarakat dan menjadi pemimpin yang baik.” tutur Marten Taha yang pernah jadi Ketua DPRD Provinsi Gorontalo periode 2009-2013.

“Bagi saya, almarhum adalah orang tua dan guru yang bijaksana. Kami doakan, semoga almarhum diberikan tempat yang sangat layak di sisi Allah SWT,” pungkas Marten, sembari mengaminkan doanya. (vn/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *