oleh

Lagi, Kekerasan Terhadap Wartawan Terjadi di Gorontalo

Gorontalo – ligo.id – Setelah insiden pembacokan terhadap wartawan pada Juni 2021 silam, tindak kekerasan terhadap wartawan di Gorontalo kembali terjadi, kali ini penganiayaan dialami pimpinan media siber Medgo.id, Ridwan Mooduto.

Penganiayaan dialami wartawan  Ridwan Mooduto terjadi di Warkop Haji Ano saat konferensi pers terkait polemik tambang Batu Hitam Galena oleh salah satu Anggota DPRD provinsi Gorontalo pada Jumat (10/9/2021).

Kronologi kejadian bermula saat konpers bersama sejumlah wartawan lainnya yang diundang, Ridwan Mooduto memberikan komentar atas pernyataan pelaku yang dianggap merendahkan profesi seorang wartawan.

Menurut pengakuan korban Ridwan, pelaku penganiayaan DJ alias Deno menyebut dirinya mengundang untuk menghadiri acaranya dan dijanjikan akan diberikan makan dan minum khusus jurnalis.

“Hadir kamari pa kita pe acara khusus jurnalis (nanti kalian hadir di acara saya khusus untuk jurnalis), ada makan dan minum disitu,” ungkap Ridwan menuturkan ucapan pelaku.

Pernyataan pelaku DJ tersebut yang memicu percekcokan, korban Ridwan Mooduto pun menegur pelaku.

Baca :  Nakes di Papua, Kerja di Pelosok dan Dianiaya

“Jangan begitulah, kau ukur kami dengan makan dan minum,” ucap Ridwan.

Tak  hanya itu, pelaku bahkan menyampaikan, akan memberikan pengetahuan tentang  jurnalistik kepada para wartawan yang akan hadir diacara pelaku nantinya.

“Datang kamari supaya mo ajarkan (diajari) jadi jurnalis yang profesional dan tahu aturan,” balas pelaku.

Atas ucapan itu korban keberatan dengan ucapan pelaku, sebab menurut Ridwan pelaku DJ bukan ahli dalam memberikan pembinaan kepada jurnalis.

“Kau ini siapa, kamu wartawan? Mau ajarkan ke wartawan, sudah berlebihan kau ini,” ungkap Ridwan.

Dari percecokan itulah pelaku mendekati dan memukul wajah korban dengan masker yang dipegangnya.

“Sudah berlebihan ini, sudah tidak bagus ini, sudah kasar bapak ini,” jelas Ridwan.

Tak puas, pelaku tambah lagi lemparan masker kepada korban sambil melempar kata-kata yang mengancam korban.

Baca :  20 Jurnalis di Gorontalo Ikuti Latihan Keamanan dan Keselamatan dalam Liputan

“Nana (kamu) belum tahu sapa kita (saya) ,” ucap pelaku sambil mendorong dada korban sehingga terjatuh.

Adanya situasi tersebut, wartawan lain dan pengunjung yang hadir seketika melerai. Tetapi pelaku tersebut semakin menjadi berusaha mendekati mendekati korban.

“Ada yang berusaha mencegatnya tapi dia terobos, untuk masuk lagi mendekati saya dan mendorong lagi saya, dengan tangan kirinya untuk menjepit leher saya,” kata Ridwan dalam keterangannya.

Korban kekerasan Wartawan, Ridwan Mooduto saat melaporkan di SPKT Polda Gorontalo

Dengan kejadian tersebut menurut pengakuan korban, ia mengalami sakit di bagian leher belakang dan pangkal kepala bagian bawah. Karena apabila di gerakan mengalami sakit dan mengganggu aktivitas pekerjaannya.

Ridwan pun melaporkan penganiayaan ini dan untuk diproses sesuai peraturan yang berlaku.

“Alhamdulillah, Polda Gorontalo lansung merespon laporan saya, Nomor : STTLP/216/IX/2021 SIAGA-SPKT, langsung divisum, dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan Perkara (BAP), ” tutup Ridwan. #red/efd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *