KPK Periksa Mantan Staf Hakim Agung Gazalba Saleh

Jakarta – ligo.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga staf hakim agung nonaktif Gazalba Saleh.

Mereka diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan suap dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Gazalba sebagai tersangka.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menerangkan, tiga saksi yang diperiksa yakni Susi, Reny, serta Ika Hapsari.

Ketiganya diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

“Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) dalam membantu tugas dari tersangka GS (Gazalba Saleh) sebagai hakim agung di MA” ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (1/2/2023).

Baca juga :  Momentum Griya Hari Ketiga, Mualaf dan Disabilitas Jadi Tamu Istimewa   

Sementara itu, KPK juga sempat memeriksa empat hakim agung sebagai saksi terkait kasus ini, Kamis (19/1/2023).

Mereka yakni Prim Haryadi, Sri Murwahyuni, Ibràhim dan Syamsul Maarif.

Dari keempatnya, KPK mendalami terkait penanganan perkara oleh hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati yang turut menjadi tersangka dalam kasus yang sama.

“Para saksi tersebut didalami pengetahuannya antara lain terkait seputar penanganan perkara yang pernah ditangani tersangka SD (Sudrajad Dimyati) dan kawan-kawan” tutur Ali.

Terdapat 14 orang yang dijerat KPK sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca juga :  Hilal 1 Syawal 1445 Hijriyah Terlihat di Gorontalo

Mereka yakni Hakim Agung Gazalba Saleh; Hakim Yustisial Prasetio Nugroho serta Edy Wibowo; dan staf Gazalba, Redhy Novarisza.Sepuluh tersangka lainnya yakni Hakim Agung Sudrajad Dimyati; Hakim Yustisial atau panitera pengganti Elly Tri Pangestu; dua aparatur ASN pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie; serta dua ASN di MA bernama Nurmanto Akmal dan Albasri.

Kemudian, pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno serta debitur KSP Intidana, Heryanto Tanaka, dan debitur KSP Intidana, Ivan Dwi Kusuma Sujanto. #

Komentar