oleh

Ketua LSM Payuhulo Tanggapi Pernyataan Anggota Legislatif Suwadi Musa

Limboto – ligo.id – Ketua LSM Payuhulo Helmi Hippy Menanggapi Pernyataan Anggota Legislatif Kabupaten Gorontalo Suwandi Musa Di Salah Satu Media Online.

Menurut Helmi pernyataan Suwandi malah mencerminkan kegalauan yang sebaliknya, karena figur yang diusungnya dalam Pilkada kalah telak dalam perolehan suara.

“Jangan sampai ini cuma tabubale (kebalikannya-red). Suwandi Musalah yang galau,” ujar Helmi.

Kebalikan yang di maksudnya ini ada dua hal, yang pertama bisa jadi karena galau dan risau kalah di Pilkada dan berikutnya Suwandi malah harus ‘Berpuasa’ lagi selama 5 tahun kedepan.

Kata Helmi, seketika Bupati Nelson menjawab sebuah stetmen Anggota DPR itu adalah hal biasa, sebab sebagai kolaborasi pemerintahan eksekutif wajarlah jika menjawab stetmen DPR.

“Apalagi ada wartawan yang menanyakan itu, maka itu biasa, ” tuturnya.

Jika berbicara aturan, maka hal yang normatif pula Bupati menjawab itu diketahuinya.

Baca :  Perdana Safari Ramadhan, Pemda Silaturahmi Dengan Rakyat Popayato

“Artinya posisi itu yang menempati adalah Bupati, maka kapan mulai dan kapan berhenti, itu tentu beliau yang lebih mengetahui. Wajarlah ada komentar begitu,” tambahnya.

Helmi mengungkapkan bahwa Suwandi yang terlalu berlebihan, apalagi saat itu paripurna yang membahas soal itu sudah selesai.

“Saya malah mendengar, paripurna itu sudah dilewat. Tinggal paripurna membahas surat fraksi partai, kalau tidak salah PAN. Tinggal dia saja (Suwandi) yang ingin memperlihatkan galaunya seorang Suwandi, ” tegas Helmi, Selasa (09/02/2021).

Belum lagi beliau datang terlambat, tidak tepat waktu dalam jadwal, datang-datang langsung mengomentari yang sudah lewat.

Sebagai wakil rakyat kiranya juga tepat waktu Jika bicara aturan yang diberikan ke DPR,sebagaimana alasannya untuk interupsi, maka kiranya aturan untuk tepat waktu juga harus tertib.

“Berilah contoh yang baik ke masyarakat, bahwa anda adalah wakil rakyat yang taat waktu saat pembahasan, jadinya kan begitu, berkomentar yang diluar nalar dan agenda, Buat apa dikomentari sesuatu yang sudah clear dimedia, ada kritik-ada pula jawaban klarifikasi selesai,” ungkap Helmi.

“Yang perlu rakyat tahu, bahwa pemerintah yang dipimpin oleh Bupati itu sama derajatnya dengan para anggota DPR, Kapasitasnyaitu sama, antara wakil rakyat dan pemimpin rakyat, itu mitra kerja yang terbangun dalam Trias politika, eksekutif-legislatif dan yudikatif, tak perlu saling mengajari ketika itu sejajar, toh itu bahasa undang-undang. Pasti semua sudah saling paham dan paling mengerti,” tuturnya.

Sehingga kalau belum paham etika jalur pemerintahan, maka dirinya siap mengajari hal itu.

Baca :  Hujan dan Angin, Pohon di Telaga Tumbang Menimpa Mobil

“Kalau mau biar saya datang ke dia, atau sebaliknya pula, Suwandi yang datang ke saya. Kapanpun saya siap,” tutup Helmi. (#d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *