oleh

Kemenkes Akan Tambah Tempat Tidur RS di Jakarta

Jakarta – ligo.id – Pemerintah masih mengkaji perpanjangan PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali dan beberapa daerah lain yang akan berakhir pada 20 Juli 2021.

Perlu atau tidak memperpanjang PPKM Darurat khusus di Jawa-Bali masih akan dikaji pemerintah dalam dua hingga tiga hari ke depan dengan pertimbangan dua indikator yaitu, penambahan kasus positif dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit.

Jika kedua indikator membaik, maka pemerintah akan melonggarkan PPKM Darurat.

“Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan tambahan sebesar Rp39,13 Triliun untuk meringankan masyarakat yang terdampak pemberlakukan PPKM darurat. Bantuan tersebut meliputi beras, bantuan tunai, hingga subsidi listrik.” kata Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan seperti dilansir voaindonesia –jaringan ligo.id-

Selain itu, lanjut Luhut, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp33,21 Triliun.

Baca :  Seluruh Wilayah Gorontalo Masuk PPKM Level 3, Kecuali Boalemo Level 2

Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk untuk biaya perawatan, insentif tenaga kesehatan, pembelian oksigen, rumah sakit lapangan dan pembagian obat gratis.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut, akan ada penambahan sekitar 2 ribu tempat tidur di berbagai rumah sakit Jakarta.

Pemerintah juga akan membuat rumah sakit lapangan di Bandung dan Jawa Tengah untuk pasien Covid-19.

“Ada kabar baik tentang Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit sudah mulai flat (melandai) di Jakarta.” jelas Dante.

“Ini mungkin akibat penambahan tempat tidur yang cukup signifikan dan angka yang masuk rumah sakit kita harapkan beberapa hari ke depan tidak terlalu masif lagi,” lanjutnya.

Kemenkes, jelas Dante, telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di berbagai daerah untuk distribusi oksigen medis, termasuk juga dengan mengalihkan 90 persen produksi oksigen untuk kebutuhan medis.

Baca :  Pemkab Minsel Salurkan 188.930 Kg Beras Untuk KPM PKH-BST di 17 Kecamatan

Ia mengatakan pemerintah akan menambahkan 20-30 ribu oxygen concentrator (alat pengolah oksigen) untuk memasok kebutuhan 600 ton oksigen setiap harinya, juga akan mengimpor obat-obat yang dibutuhkan untuk penanganan corona dari India dan China.

“Kemudian pasokan obat bisa saya laporkan di dalam negeri relatif terkontrol,” imbuhnya.

Kendati Luhut dan Dante mengklaim perbaikan penanganan corona, angka penambahan kasus positif dan korban meninggal harian masih relatif tinggi.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, jumlah penambahan kasus positif harian lebih dari 51 ribu kasus dan lebih dari 1000 orang meninggal setiap harinya, dalam dua hari terakhir. #red/dm

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *