oleh

Kata Rocky Gerung Soal Kudeta Partai Demokrat

Jakarta – ligo.id – Isu hangat soal kudeta Partai Demokrat sedang memanas, hal itu tak luput dari komentar oleh seorang pakar Filsafat Politik Rocky Gerung.

Berawal dari pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal adanya upaya perebutan partai.

AHY menuding ada pihak yang dekat dengan Presiden Joko Widodo ingin merebut kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Menurut Rocky Gerung, isu soal kudeta dari AHY tersebut merupakan pembuka dari seluruh ambisi tokoh-tokoh yang akan maju di pemilihan Presiden 2024 termasuk KSP Moeldoko.

Rocky pun bisa memahami kenapa Partai Demokrat bereaksi sangat keras.

“Partai Demokrat bereaksi keras, tentu saja karena mereka menganggap ini tidak etis”. Jelas Rocky. Kamis (4/2/2021).

Jika menganalisis dari sisi dinamika politik, kata Rocky, fenomena atau ambil alih partai politik merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi.

Baca :  Gagasan Nelson Pomalingo Untuk Momen 20 Tahun Provinsi Gorontalo

”Ini hal yang biasa dalam dunia politik, ada tradisi untuk membelah partai. Istana kan pernah melakukan itu terhadap Golkar, PPP dan macam-macam, mengambil alih partai dalam rangka konsolidasi”. Kata Pakar Filsafat Politik itu.

Menurutnya, sekarang ini pihak istana sedang berhati-hati untuk bicara soal polemik ini. Pasalnya bisa jadi tudingan kudeta tersebut menyangkut banyak pihak.

”Poin saya adalah Partai Demokrat berhak menuduh istana sebagai suatu komplotan karena memang akhir-akhir ini mereka mengambil sikap oposisi”. Terang Rocky.

Hal ini pernah disebut AHY “pengambilan Partai Demokrat telah dirancang oleh para pejabat penting di Istana”.

Baca :  Akun Resmi Ustadz Abdul Somad di FB, Raib!!

Salah satu nama yang terseret dalam rencana pengambilan alih Partai Demokrat yaitu Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko. Ucap Rocky.

Reaksi cepat Moeldoko dalam menjawab tudingan AHY menjadi salah satu dugaan tentang keterlibatannya. Lanjut Rocky.

Rocky pun memberi tanggapan terkait momen Kepala Staf Presiden yang sempat menyinggung nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan.

Meskipun demikian, Rocky Gerung tetap ingin supaya skandal dibuka luas guna mewujudkan demokrasi yang bermutu. (#c)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *