oleh

Jadi Spot Instagramble, Masjid Terapung Dibanjiri Wisatawan

Marisa – ligo.id – Masjid Terapung yang berada di kawasan wisata Pohon Cinta, Marisa menarik menjadi spot wisata yang instagramble andalan Kabupaten Pohuwato.

Pelataran Masjid Terapung yang berada di tengah laut tersebut, membuat banyak sekali wisatawan yang mengabadikan dengan berfoto bersama.

Desain fisik Masjid yang menyerupai orang melakukan sujud ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Ada yang setuju, ada yang mengkritik habis-habisan dan tak sedikit memberikan ancungan jempol terhadap rumah peribadatan umat Islam ini.

Tahapan “Review design” hingga beberapa kali menjadi sorotan pentolan LSM LP-KPK Yanto Samarang.

Menurut penilaian sekilasnya, Masjid yang dibangun dengan menggunakan anggaran sebesar 3 Miliar bersumber dari APBD tersebut bermasalah.

Baca :  Solusi Pemkot Gorontalo Selesaikan Permasalahan Sosial

“Jika dilihat dari dekat, konstruksinya tak enak dilihat,” ungkap Yanto.

Namun, menurut Kabid Cipta Karya PU Pohuwato Ronald Panu, kontruksi Masjid terapung sesuai dengan spesifikasi teknis.

Memang pekerjaan arsitektur Masjid Terapung yang merupakan salah satu landmark Pohuwato belum sempurna, karena masih ada spot yang baru akan dibangun tahun ini secara bertahap.

Masih ada pembangunan Menara masjid serta Spot Air Mancur yang bisa menari.

“Tahun 2021 ini kami akan melanjutkan konstruksi menara masjid terapung,” ungkap Ronal Panu yang didampingi PPTK Viki Lahamutu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas PU Pohuwato Fikri Adam. Pekerjaan ini diawasi dengan ketat oleh tim terpadu teknis baik dari SKPD maupun APH. dan Seluruh konstruksi sipil dan finishing arsitekturnya menggunakan material sesuai dengan spesifikasi teknis.

Baca :  Nelson Terima Audiensi Bank Mega Syariah di Rudis Bupati

“Karena bentuknya yang ruwet, pengaplikasian finishing butuh trik khusus dan ini perdana di Pohuwato,” ucapnya.

Fikri Melanjutkan, PT NMK yang ditunjuk sebagai perusaahan konstruksi hasil pemenang tender tersebut sudah selesai membangun masjid tersebut.

“Seluruh material sudah sesuai spesifikasi yang termaktub dalam Detail Engineering Design (DED) maupun di kontrak SPK yang disepakati dalam kontruksi ini,” jelas Fikri kepada jurnalis saat ditemui di ruang kerjanya. (#yaz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *