by

Indonesia Diversity Day: Memahami Makna Keberagaman sebagai Kekayaan

Yogyakarta – ligo.id – Meramaikan Indonesia Diversity Day, Suara.com bersama Yoursay.id menggelar talkshow “Beauty of Diversity” dan awarding kompetisi menulis “Diversity Versiku” di Kantor Suara Jogja. Senin (20/6/2022).

Indonesia Diversity Day berangkat dari potret keberagaman Indonesia yang sampai hari ini selalu menjadi pembahasan di tengah masyarakat.

Bahkan, tak jarang masih banyak ditemukan kelompok minoritas yang akhirnya memilih bungkam dari kelompok mayoritas.

Akan tetapi, keberagaman sejatinya tidak perlu dipermasalahkan. Justru sebaliknya, hal ini menjadi kekayaan yang cukup unik dibandingkan negara lain. Dari keberagaman, banyak hal yang dapat dijadikan keistimewaan.

Dalam talkshow tersebut, dihadirkan sejumlah narasumber mulai dari Aktivis Keberagaman, Inayah Wahid, Founder DIFA Bike Triyono, dan Joshua Jerusalem Dilapangga, Koko Jogja People’s Choice 2022.

Baca juga :  JMSI Dukung Kesepakatan Dewan Pers dan Polri, Mitigasi Polarisasi di Pemilu 2024

“Masih banyak yang merasa terdiskriminasi dengan kondisi saat ini. Namun kita belajar memahami untuk ke depannya bahwa yang berbeda masih memiliki visi yang sama, itu yang penting ditanamkan,” ungkap Triyono.

Sependapat dengan Triyono, Joshua menganalogikan keberagaman seperti nasi rames. Dalam satu piring, terdapat nasi dan berbagai macam lauk.

Inayah Wahid melanjutkan, keberagaman merupakan takdir yang harus diterima oleh bangsa Indonesia. Jadi, keberagaman itu kembali ke personal masyarakat. Apakah memilih untuk menerima menjadi kekuatan atau sumber masalah.

“Mau kita tidak sepakat bagaimanapun, kita marah, setuju tidak setuju itu tidak akan hilang,” tegas Inayah.

Talkshow dilanjutkan dengan Writing Competition Awards, untuk mengumumkan sekaligus memberikan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Menulis “Diversity Versiku”. Kompetisi menulis itu terkait isu keberagaman itu digelar sejak 18 Mei-15 Juni 2022, melalui platform Yoursay.id.

Baca juga :  Fadli Hasan Tampung Aspirasi Petani Desa Pangadaa di Dungaliyo

Kompetisi Menulis “Diversity Versiku” berhasil mengumpulkan 78 artikel yang dikurasi hingga terpilih 3 pemenang. Tim dewan juri kompetisi menulis Diversity Versiku antara lain, Pimpinan Redaksi Suara.com, Suwarjono, Country manajer International Media Support (IMS), Eva Danayanti, serta Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG), Daniel Awigra.

Dalam kompetisi itu, Suara.com memilih artikel karya Anggun Munan sebagai juara 3. Artikel berjudul Bhinneka Tunggal Tawa, Berbeda-beda Ternyata Sama Saja itu berisi cerita Anggun yang didiskriminasi sejak kecil karena dia keturunan Flores.

Pemenang kedua adalah Maria Anggraeni Rahmawati dengan judul Trauma yang Beraroma Rasisme, Mengantarkanku pada Pertemuan yang Hangat. Ia bercerita tentang trauma rasisme yang dialaminya sejak kecil karena keturunan Tionghoa.

Baca juga :  Arifin Jakani Minta Kades Pilohayanga Update DTKS, Agar Warga Kebagian Bantuan

Juara pertama dimenangkan oleh M Fuad dengan judul Belajar Arti Keberagaman secara Langsung dari Klenteng Tertua di Tanah Jawa. Terbatasnya jarak, membuat awarding untuk pemenang pertama dilaksanakan secara daring.

Pimpinan Redaksi Suara.com, Suwarjono mengatakan, kompetisi ini menggambarkan besarnya keberagaman di Indonesia. Suara.com bersama Yoursay ikut mewadahi konten kreator hingga jurnalis untuk ikut serta menggambarkan kondisi ini ke khalayak luas.

“Harapannya kompetisi ini dapat berjalan terus di masa yang akan datang. Hal ini penting agar warga ikut meramaikan keberagaman untuk saling memahami,” ungkap dia.

Nilai-nilai dari acara Indonesia Diversity Day diharapkan akan terus tersiar, serta keberagaman di Indonesia bisa tetap lestari dan terjaga. #pr/cak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *