oleh

Aliansi PPKM Sayangkan Pejabat Inspektorat yang Laporkan Orator Aksi Unjuk Rasa

Pohuwato – ligo.id – Moh Efendi pemuda asal Kecamatan Patilanggio yang tergabung dalam Aliansi PPKM menyesalkan tindakan yang dilakukan salah satu oknum pejabat Inspektorat daerah kabupaten Pohuwato yang melaporkan aksi mahasiswa ke Polisi.

Menurutnya, yang bersangkutan tidak lagi menunjukan sikap profesionalisme sebagai pejabat pemerintah atau Negara, yang seharusnya wajar ketika dikritisi oleh masyarakat.

Sebelumnya, kata Efendi, wajar ketika Aliansi PPKM mencurigai, lantaran anggota PPKM sempat mendapati beberapa perangkat desa yang terlihat melakukan pertemuan dengan oknum pejabat di Inspektorat Pohuwato tersebut.

“Sebenarnya Aliansi tidak menuduh, hanya saja beliau yang terlalu baper dengan massa aksi. Sikap “Main Mata” adalah bentuk kecurigaan kami, karena pada beberapa waktu lalu, beberapa orang aparat desa sempat terlihat keluar dari rumah yang bersangkutan diluar jam kerja. Sehingga menurut kami wajar saja kalau hal itu menimbulkan sikap kecurigaan,” ungkapnya.

Ia menilai, mungkin saja oknum pejabat itu belum terbiasa di demo oleh massa aksi. Sebab kata Efendi, kata-kata yang dilontarkan lewat orasi adalah hal yang wajar di Negara demokrasi.

Baca :  Dukung Percepatan Vaksinasi, Wawali Ryan Kono Datangi Enam Lokasi TVS

“Buktinya, baru ditunjuk oleh massa aksi dirinya sudah melapor, inikan lucu. Bahkan  ada yang sampai di caci maki, di tunjuk-tunjuk bahkan bentrok dengan massa aksi, tapi menurut mereka itu hal yang biasa karena mungkin suasana dilapangan yang lagi tensi tinggi, kami juga pada saat itu tidak lebih dari 10 orang,” jelasnya.

Efendi sebenarnya menyesalkan tindakan pelaporan ke bagian SPKT Polres Pohuwato tersebut. Ia justru menyarankan agar Kepala Inspektorat mencopot jabatan oknum pejabat, karena diduga terlibat dalam masalah yang dipersoalkan kelompok Aliansi PPKM.

“Karena sudah terjadi lapor melapor di pihak kepolisian, maka kami aliansi PPKM meminta agar kepala Inspektorat mengganti atau memberhentikan oknum tersebut sebagai koordinator tim pemeriksa masalah yang ada di desa Manawa.” tegasnya.

“Saya pikir kepala Inspektorat perlu mengambil tindakan tegas soal hal ini, sebab jika dirinya sudah melapor otomatis tidak layak lagi dikatakan sebagai orang yang independen dalam melakukan pemeriksaan. Padahal kemarin kita juga sudah bicara baik-baik bahkan sudah berjabatan tangan karena sudah dimediasi oleh kepala Inspektorat,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Inspektorat Pohuwato, Trizal Entengo sudah berusaha memediasi persoalan antara Aliansi PPKM.

Baca :  Nelson Minta Mahasiswa KKN UNG Dampingi Program KUR dan Vaksinasi

“Saat setelah unras, Ibu Fatma (pelapor) saya sudah undang, saya bilang kita kesampingkan dulu masalah ini dan kita fokus ke pemeriksaan. Sehingganya saya menghadirkan kedua belah pihak untuk mengklarifikasi apa yang menjadi kecurigaan massa aksi dan apa benar hal itu terjadi,” ujar Trizal.

Meski begitu, Aliansi PPKM tetap mempercayakan Inspektorat menangani kasus yang diprotes oleh pemuda di pohuwato tersebut.

“Ini hanya missed komunikasi, sehingganya dari Aliansi tetap mempercayakan Inspektorat menangani kasus ini dan saya menjaminkan tidak ada kong kalikong kedepan.” imbuhnya. #red/efd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *