oleh

Agustus 2021, Target Penyerapan Dana PEN Kota Gorontalo Dimulai

Kota Gorontalo – ligo.id – Meski sempat tertunda lantaran ada penyesuaian item kegiatan yang akan memanfaatkan Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), pemkot Gorontalo optimis di Agustus bulan depan Dana PEN akan segera terserap.

“Perubahan itu yakni rencana untuk melaksanakan pembangunan kota baru. Pihak PT. SMI memberikan waktu estimasi waktu penyerapan anggaran dana PEN yang akan membiayai proyek tersebut cukup sempit,” beber Kepala Bapppeda kota Gorontalo, Meydi N. Silangen usai mendampingi Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dalam Rapat Evaluasi Efektivitas Dana PEN. Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, untuk pembangunan Kota Baru tersebut membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun. Disisi lain pihak yang ditunjuk Kementerian Keuangan RI sebagai pengelola, hanya memberikan waktu sampai tahun 2022.

“Kita tidak mampu melakukan efektivitas pelaksanaan Kota Baru sampai tahun 2022. Karena Kota Baru ini berkatian dengan pengadaan tanah. Setelah kami melakukan review melibatkan kantor pertanahan, selesainya bisa sampai 2024.” ungkap wanita yang akrab disapa Novi itu.

“Sementara waktu yang diberikan, maksimal penyerapan anggarannya harus tuntas pada tahun 2022. Otomatis tidak mungkin dilaksanakan,” sambungnya.

Untuk itu, Meydi memilih opsi mengalihkan anggaran pembangunan kota baru tersebut untuk membiayai enam program yang menurutnya urgen bagi pembangunan kota Gorontalo.

Baca :  Nelson Ungkap Kontribusi Yayasan Lihawa Mopo’olamahe Lipu di Masyarakat

“Peningkatan Jalan Lupoyo Cs, Perbaikan saluran seluruh kecamatan dalam kota dalam rangka penanganan genangan air dan banjir. Perbaikan PJU yang lampunya akan digantikan ke LED termasuk sarana prasarana lainnya.” jelasnya.

“Kemudian usulan penambahan jumlah armada Damkar, armada kebersihan akan ditambah, dan yang terakhir penambahan Alkes di RSAS untuk penanganan Covid,” lanjutnya.

Usulan enam program itu, kata Meydi telah disetujui oleh DJPK dan PT. SMI.

“Alhamdulillah usulan ini disetujui DJPK dan SMI. Sehingga tadi, arahan pak Wali dalam rangka efektivitas, besok kita tindak lanjut dengan OPD terkait,” ujar Novi.

“Karena sebelum mencairkan dana itu, kita akan melakukan review dengan Inspektorat. Termasuk membahas isi dalam perjanjian, karena adanya perubahan kegiatan. Itu yang pertama. Yang ke dua adalah persiapan dokumen review. Kita upayakan sebelum 4 agustus sudah selesai. Jika sudah selesai kita akan langsung kirim dokumen hasil reviewnya,” tambahnya.

Terkait evaluasi dana efektif yang sudah ditransferkan ke RKUD sebesar Rp38 Miliar, kata Novi, belum ada penarikan meski sudah ada beberapa kontrak yang selesai dan dalam persiapan SPP.

Baca :  Seluruh Wilayah Gorontalo Masuk PPKM Level 3, Kecuali Boalemo Level 2

“Kenapa belum ada penarikan ? Karena kita menargetkan minggu ketiga Agustus semuanya sudah jalan,” ungkapnya.

“Yang belum selesai tinggal pengadaan Alkes di RS Otanaha. Kemarin sudah dilakukan review oleh Inspektorat terhadap beberapa kegiatan usulan terkait dengan Alkes. Tapi, setelah dilakukan pendalaman, tim medik mengusulkan ada beberapa alkes yang harus diganti.” lanjut Novi menjelaskan item pekerjaan untuk fasilitas RS.

“Otomatis dipending lelangnya. Tapi tidak lama lagi akan kembali dilelang karena lewat e-Catalog. Jenis kegiatannya tetap sama, hanya Alkes yang beda,” imbuhnya. #vv/red.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *