oleh

7 Dokter Spesialis Mogok, Direktur Pilih Resign

Pohuwato – ligo.id – Baru-baru ini, Pohuwato dihebohkan dengan mogoknya 7 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Bumi Panua (RSU-BP).

Desas-desus yang beredar di masyarakat, 7 Dokter ini menuntut realisasi gaji “ekstra” di pandemi ini seperti yang dijanjikan.

Tak hanya mogok, mereka juga menuntut Direktur RSU-BP dr. Syahrawanty Abas mundur dari jabatannya.

Pasalnya, orang nomor 1 di Pohuwato ini, juga dianggap tak mampu menyelesaikan urusan finansial kedokteran yang memiliki kontrak dengan BPJS.

Akhirnya, secara mengejutkan dr. Syahrawanty Abas menyatakan “resign” dari jabatannya sebagai Direktur RSU-BP.

Dia berdalih, biarkan dia yang menjadi korban asal jangan pasien dari RSU-BP. Ada yang aneh, sepertinya sejak lama kondisi di RSU-BP sedang tak baik-baik saja.

Atau mungkin saja, saat ini telah mewabah kecanduan “politik” di internal para dokter RSU-BP itu sendiri.

Namun bagi orang yang sejak kecil memandang Dokter sebagai salah satu profesi terhormat, menduga ada yang aneh dan disembunyikan.

Baca :  Pohon Adopsi Gorontalo, Simbol FKL di Kabupaten Gorontalo

Tidak mungkin hanya hal sepele, jika seorang yunior membongkar aib senior dan merusak tatanan hierarki kedokteran secara vulgar. Mungkin dulu ada namun tak berimbas ke telinga wartawan.

Semenjak bisa mengerti dengan luasnya kehidupan, kami melihat Dokter sebagai manusia keren yang mengorbankan seluruh hidupnya untuk kesembuhan pasien.

Namun, mindset saya mulai berubah setelah saya melihat sejumlah karya “fiction” perfilman.Banyak yang tidak terungkap, salah satunya iklim “kompetisi” yang kurang sehat diantara para dokter.

Bahkan mungkin saja, ada momen sejumlah dokter berebut pasien layaknya berebut permen. Mungkin di kasus RSU-BP hanya masalah masalah sentimentil personal saja.

Tapi kok, dilihat sepertinya ada semacam rencana yang terstruktur, sistematis dan masif.

Ternyata, medis dan kedokteran tak seperti di benak saya kecil lalu. Medis terpaksa telah menjelma menjadi lahan bisnis seperti bidang dan pekerjaan lainnya.

Baca :  Komisi IV Deprov Gorontalo Soroti Rusaknya Lab dan Aula SMA 1 Kabila

Ya, itulah yang saya pikirkan ketika melihat ketulusan dr. Kang Mo-Yun di drama korea Descendants of the Sun atau kecakapan dr. Meredith Grey di serial Grey’s Anatomy.

Dari film dan serial ini, saya melihat beratnya perjuangan dokter hingga berhak memegang lisensi Dokter Spesialis.

Mulai dari kuliah di kedokteran (pra-clinic) selama 4 tahun, koas (asisten dokter) 1-2 tahun, magang (internships) 2 tahun hingga Pendidikan Spesialis.

Seyogianya sorang dokter spesialis, membutuhkan 10-12 tahun untuk bisa dikatakan seorang dokter dan bisa membuka praktek sendiri. Kasus mogoknya dokter spesialis di RSU-BP adalah “case” yang langka.

Namun, meski dr. Syahrawanty Abas sudah menyatakan resign dari Direktur bukan berarti RSU-BP sedang dalam keadaan baik-baik saja dong. Kita masih menunggu apa yang akan terjadi, karena kita adalah “calon” pasien yang ingin disembuhkan nanti. (#yaz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *